Negara sisihkan RM4 juta untuk menumbuhkan industri ternak lokal
Metro News

Negara sisihkan RM4 juta untuk menumbuhkan industri ternak lokal

Pemerintah Johor telah mengalokasikan RM4 juta tahun ini untuk menumbuhkan industri ternak lokal guna mengurangi ketergantungannya pada daging impor.

Ketua komite pertanian negara, berbasis agro dan pembangunan pedesaan Datuk Samsolbari Jamali mengatakan pemerintah Johor, melalui Penjana, menyalurkan RM3 juta untuk pengembangan pusat daging ruminansia dan proyek sapi terintegrasi, sebuah langkah yang menguntungkan 215 operator peternakan ruminansia.

“Sebanyak 149 pengelola peternakan sapi perah juga mendapat bantuan untuk lebih meningkatkan produktivitas mereka dengan alokasi RM1 juta,” jelasnya saat sidang kenegaraan di Gedung Sultan Ismail di Kota Iskandar, Iskandar Puteri.

Hal itu dikatakannya menjawab pertanyaan Dr Sulaiman Mohd Nor (PH-Kemelah) yang menanyakan upaya pemerintah mengurangi impor daging.

Samsolbari mengatakan tingkat swasembada (SSL) untuk ternak di dalam negeri sebesar 23% sedangkan untuk Johor, SSL untuk daging sapi dan kerbau mencapai 15,87%, dan 2,15% untuk daging kambing dan domba.

Dia mengatakan sekitar 10.090 ton daging kerbau, sapi dan kambing diimpor ke Johor dengan nilai perdagangan lebih dari RM145.000 tahun lalu.

“Sejauh ini tahun ini, sekitar 9.132 ton daging kerbau, sapi dan kambing telah diimpor, dengan nilai perdagangan lebih dari RM126.000,” tambahnya.

Johor mengimpor hewan ruminansia hidup seperti kerbau, sapi dan kambing senilai RM94 juta pada tahun 2020, sementara sejauh ini pada tahun 2021, nilai perdagangannya lebih dari RM90 juta.

“Berdasarkan catatan tersebut, kita masih kekurangan produksi ternak dan harus mengimpor dari negara lain dengan biaya tinggi.

“Di antara upaya pemerintah negara bagian untuk mengurangi impor adalah dengan memberikan insentif bagi kegiatan peternakan untuk meningkatkan produksi,” kata Samsolbari.

Dia mengatakan langkah-langkah lain termasuk membantu dalam pembangunan infrastruktur, pengadaan peralatan peternakan dan program inseminasi buatan untuk meningkatkan kualitas ternak.

“Selain itu, pemerintah juga fokus pada program pengendalian penyakit ternak, termasuk vaksinasi, sehingga ternak bebas dari penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), penyakit kulit kental dan Brucellosis.

“PMK adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi industri peternakan,” katanya, menyoroti bahwa pemerintah negara bagian telah memulai upaya untuk menjadikan Johor sebagai zona bebas PMK pada tahun 2030.

Untuk tujuan ini, Samsolbari mengatakan negara telah mengalokasikan RM1.33 juta untuk program pengendalian penyakit dan kesehatan ternak tahun depan.


Posted By : pengeluaran hk