Telepon di sekolah?  Tidak apa-apa
Eat & Drink

Telepon di sekolah? Tidak apa-apa

PETALING JAYA: Izinkan ponsel di sekolah tetapi pastikan ada pedoman penggunaan yang ketat.

Pendidik dan orang tua mengatakan sudah waktunya untuk membiarkan siswa membawa perangkat mereka ke ruang kelas tetapi harus ada peraturan untuk mencegah hak istimewa disalahgunakan.

Namun, Kementerian Pendidikan harus membuat pedoman penggunaan untuk mencegah masalah yang mungkin timbul dari langkah tersebut.

Pada hari Selasa, kementerian menjalankan survei online tentang apakah siswa harus diizinkan membawa ponsel ke sekolah.

Survei, yang berakhir pada 7 Desember, akan digunakan oleh kementerian untuk merencanakan dan memutuskan masalah tersebut.

Ketuanya Datin Noor Azimah Abdul Rahim mengatakan Parent Action Group for Education Malaysia (Halaman) menganjurkan penggunaan ponsel sebagai perangkat pembelajaran.

Pembelajaran online harus digunakan untuk melengkapi pelajaran, katanya.

Ponsel harus didorong di sekolah, apalagi sekarang siswa nyaman dengan pembelajaran online, tambahnya.

“Tetapi harus ada pedoman untuk memastikan bahwa siswa disiplin dan bertanggung jawab dalam penggunaan smartphone di sekolah,” katanya, seraya menambahkan bahwa masing-masing sekolah harus diberi keputusan akhir apakah akan mengizinkan ponsel berdasarkan latar belakang ekonomi atau tidak. siswanya dan kemampuannya untuk melakukan pembelajaran online.

Pendidik dan mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Profesi Keguruan Nasional (NUTP) Datuk N. Siva Subramaniam mengatakan kementerian harus membuat pedoman yang holistik.

“Seiring dengan perkembangan teknologi, ada kebutuhan untuk menggunakan ponsel untuk pendidikan. Hal ini tidak dapat dihindari.

“Kementerian harus memastikan aksesibilitas untuk semua siswa termasuk siswa B40 jika keputusan dibuat untuk mengizinkan ponsel di sekolah,” katanya.

SMK Cochrane dan Ketua SMK (P) Bandaraya PTA Faizal Mohammad Arshad mengatakan harus ada pertimbangan yang cermat dan keterlibatan yang erat antara kementerian, orang tua, masyarakat, administrator sekolah, dan guru sebelum keputusan diambil.

“Mengizinkan ponsel akan memudahkan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka sekarang setelah sekolah dibuka kembali.

“Meskipun siswa dapat menyalahgunakan perangkat mereka dan menyebabkan gangguan selama pelajaran, perangkat tersebut bermanfaat jika digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran,” katanya.

SJK (C) Kota Emerald, Rawang, Wakil Ketua PTA Ian Chooi mengatakan ponsel dapat digunakan untuk mengakses informasi online untuk studi dan juga dapat digunakan oleh orang tua untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka, terutama selama keadaan darurat.

Ia mengatakan, pergeseran belajar mengajar di rumah (PdPR) yang diperkenalkan selama pandemi tahun lalu mengakibatkan perangkat elektronik seperti ponsel menjadi bagian integral dari sistem pendidikan.

“Otoritas sekolah harus memberikan perhatian ekstra untuk mengelola penggunaan ponsel di kompleks sekolah atau mereka dapat menjadi gangguan selama pelajaran,” katanya.


Posted By : data hk 2021