Berikan beberapa pemikiran untuk kucing liar
Views

Berikan beberapa pemikiran untuk kucing liar

ADA peningkatan jumlah kucing liar di kota Melaka dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa orang mungkin bertanya mengapa saya memilih kata “liar” dan bukan “nyasar”.

Nah, nyasar didefinisikan sebagai kucing peliharaan yang telah menyimpang jauh dari rumah mereka sementara kucing liar adalah hewan tanpa pemilik.

Seorang penyayang binatang dari Banda Hilir berbagi pemikirannya tentang kucing liar setelah mengamati mereka selama hampir satu tahun.

Penyayang binatang, Billy, mengatakan kucing liar bergantung pada manusia untuk makanan dan tempat tinggal sementara kucing liar mandiri dan mampu bertahan hidup sendiri.

Kucing liar, katanya, akan berburu kadal, katak dan serangga dan beberapa pergi ke tempat pembuangan sampah untuk mencari makanan.

Menurut Billy, para etolog juga telah mempelajari perilaku kucing liar di perkotaan.

Kucing-kucing ini, katanya, memiliki kecenderungan untuk menghindar ketika manusia mendekati mereka, tetapi ada juga kemungkinan mereka menerkam orang asing.

Billy mengatakan bahwa kucing liar terlihat lebih sehat dan bersih karena mereka mampu merawat diri sendiri dan jauh lebih tangguh dibandingkan dengan kucing liar.

Namun, kucing liar cenderung memiliki harapan hidup yang rendah karena mereka mudah dimangsa oleh kucing dan anjing luwak.

Kekhawatiran juga dimiliki oleh warga tentang kucing liar yang menularkan penyakit ke hewan peliharaan, terutama kucing betina.

Ketua komite pertanian, berbasis agro, pengembangan wirausaha dan koperasi Melaka, Datuk Norhizam Hassan Baktee mengatakan, penelantaran kucing peliharaan serta piatu telah menyebabkan peningkatan populasi mereka.

“Kami tidak memiliki fakta tentang kucing liar atau kucing liar karena penelitian belum dilakukan pada mereka.

“Selain itu, sulit untuk membedakan antara kucing liar dan kucing liar, tetapi saya akan meminta Departemen Layanan Hewan negara bagian untuk mengidentifikasi lokasi di mana kucing-kucing ini ditemukan,” katanya, seraya menambahkan bahwa ini bisa menjadi topik yang menarik untuk dijelajahi.

Norhizam mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan orang diserang atau disakiti oleh kucing liar atau liar di Melaka.

Dia mengatakan bahwa orang harus lebih ramah terhadap hewan-hewan ini dan menjebak mereka bukanlah ide yang baik.

Kucing liar dan liar, katanya, bisa menghangatkan diri jika mereka tahu mereka tidak akan disakiti.

Dia juga menyuarakan keprihatinan bahwa kucing-kucing ini bisa mati karena memakan barang-barang tajam dan tidak dapat dicerna dari sisa makanan di tempat sampah.

Kucing liar adalah pemandangan umum di Ujong Pasir, Bukit Beruang, Cheng dan sejauh Tanjung Minyak, terutama di malam hari karena mereka adalah makhluk nokturnal.

Kehadiran kucing-kucing ini terutama terlihat selama periode penguncian karena orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Sayangnya, beberapa kucing liar bernasib sama seperti kera dan babi hutan yang terlantar.

Padahal, kesejahteraan kucing liar serta hewan liar lainnya harus diperhatikan.

Kita harus mengambil contoh dari Istanbul, Turki yang menampung sejumlah besar kucing liar yang dirawat oleh masyarakat karena mereka dianggap sebagai hewan peliharaan milik bersama.

Berbagai upaya juga dilakukan berbagai pihak untuk mensterilkan kucing jalanan.

Hak-hak hewan sangat penting di Turki dan anggota parlemen di sana sedang mencari hukuman yang lebih ketat untuk menangani kekejaman terhadap hewan.

Mungkin, kita bisa belajar satu atau dua hal dari Turki, di mana orang memperlakukan hewan sebagai makhluk hidup daripada memandang mereka sebagai pengganggu.

Dengan begitu, kita bisa membantu kucing jalanan bertahan hidup.


Posted By : keluaran hk hari ini